BAMBU BUNTU
Sabtu, 18 Januari 2014
Roar - Katy Perry (Savannah Outen Acoustic cover) - On iTunes
Rabu, 20 Februari 2013
Pembuatan Yoghurt BIOTEKNOLOGI
Pembuatan Yoghurt
A.
Pengertian
Yoghurt
adalah suatu minuman yang dibuat dari susu sapi yang difermentasikan. Yoghurt
dibuat dengan bantuan dua jenis bakteri menguntungkan, satu dari keluarga lactobacillus yang
berbentuk batang (Lactobacillus bulgaricus) dan lainnya dari keluarga streptococcus yang
berbentuk bulat (Streptococcus thermophilus).Kedua bakteri yoghurt ini
merupakan bakteri penghasil asam laktat yang penting peranannya dalam
pengaturan mikroflora usus.
Saat bertumbuh di usus, Lactobacillus
bulgaricus dan Streptococcus thermophilus mampu menciptakan keadaan
asam yang menghambat bakteri lain. Bakteri penyebab penyakit yang umumnya tak
tahan asam tak mampu bertahan di lingkungan bakteri yoghurt. Sementara bakteri
lain yang memang seharusnya melimpah dirangsang untuk bertumbuh. Sehingga
mikroflora dalam usus didorong mendekati keadaan seimbang yang normal.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa
bakteri dalam yoghurt dan susu fermentasi lain memberi ekstra manfaat bagi
tubuh. Bakteri yoghurt membutuhkan kondisi pertumbuhan yang cocok terutama suhu
yang tepat. Umumnya bakteri tumbuh baik pada keadaan hangat. Bakteri yoghurt S. thermophilus dan
L. bulgaricus paling
cepat tumbuh di sekitar suhu 40– 44°C (bergantung pada galurnya). Jika suhu
terlalu rendah bakteri akan berkembang biak lambat atau tidak sama sekali.
Sementara jika suhu terlampau panas bakteri bisa rusak dan mati. Bahaya lain,
yaitu merajalelanya mikroba lain yang kondisi optimumnya di suhu lebih tinggi
atau rendah. Karena lebih cepat berkembang biak di suhu tersebut, jumlah
mikroba penyusup tadi dapat menyusul bahkan menyisihkan bakteri yoghurt semula.
(Widodo,2002)
B. Alat dan Bahan
1. Panci penangas
2. Seperangkat alat titrasi
3. Erlenmeyer 500 ml
4. Thermometer
5. Pengaduk kaca
6. Pembakar spiritus
7. Gelas ukur
8. Kertas alumunium foil
9. Susu sapi
10. Susu krim
11. Bibit/starter Streptococcus
thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
12. NaOH
13. Indikator Phenofthalein
C.
Cara
Pengerjaan
a. Pembuatan yoghurt
·
Panaskan
500 ml susu segar dengan cara memasukkan susu ke dalam Erlenmeyer.
Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke dalam paci besar yang telah berisi
air (seperti membuat nasi tim) hingga suhunya kurang lebih 90°C selama 15
menit.
·
Susu
didinginkan sampai suhu mencapai 45°C, lalu ditambahkan starter Streptococcus
thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus sebanyak 3–5%
sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya larut.
·
Campuran
diletakkan ke dalam wadah-wadah steril yang sudah disiapkan, kemudian tutup
dengan alumunium foil dan diinkubasikan pada suhu 43°C selama 4 jam atau pada
suhu kamar selama 18 jam.
·
Setelah
inkubasi selesai, yoghurt yang dihasilkan segera didinginkan dalam lemari es
atau dipastuerisasikan pada suhu 65°C selam 30 menit agar fermentasi tidak
terus berlanjut.
·
Pengamatan
dilakukan dengan melihat harga pH, kandungan asam laktat, rasa, jumlah mikroba,
protein, dan kandungan laktosanya.
·
Jika
akan dikonsumsi bisa dicampur dengan sirup atau dengan gula secukupnya.
b. Pembuatan bibit (starter) yoghurt
·
Campurkan
susu segar dan susu bubuk skim (7,5% dari susu segar) hingga merata.
·
Panaskan
campuran susu tersebut dengan cara memasukkan susu ke dalam Erlenmeyer.
Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke dalam panci besar yang telah berisi air
hingga suhunya kurang lebih 90°C selama 15 menit.
·
Selanjutnya,
dilakukan pendinginan sampa suhu mencapai kurang lebih 43°C.
·
Masukkan
bibit (starter) sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya larut.
·
Tutup
dengan alumunium foil, peram hingga terjadi gumpalan padat pada suhu 43°C
selama 4 jam atau pada suhu kamar selama 18–20 jam.
·
Setelah
pemeraman selesai, simpan dalam lemari es dan dikeluarkan hanya pada saat
digunakan.
Kebersihan
merupakan hal yang harus sangat kita perhatikan, sehingga sebaiknya semua alat
yang digunakan direbus terlebih dahulu dalam air mendidih selama 5-10 menit.
Apabila kebersihan tidak dijaga dapat mengakibatkan yoghurt tidak
jadi, dengan ciri-ciri tidak berasam walaupun berbentuk solid, di permukaan
solid ditumbuhi jamur yang berbentuk bintik-bintik hitam dan berbau asam yang
sangat tajam. Untuk yoghurt yang kita buat sendiri sebaiknya paling lama
penyimpanannya selama 1 minggu.
Selain
masalah kebersihan, masalah penyimpanan yoghurt juga perlu untuk diperhatikan.
1. Yoghurt tidak boleh terkena sinar
matahari.
2. Tidak boleh ditaruh dalam suhu ruangan,
harus disimpan dalam suhu dingin/kulkas tetapi juga tidak boleh diletakkan
dalam freezer. Yoghurt tidak boleh disimpan dalam freezer karena bahan dasar
yoghurt yang berupa susu dapat pecah dan justru itu akan merusak yoghurt.
Bioteknologi PEMBUATAN TEMPE
A. Bioteknologi
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang
mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain)
maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya
didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni
lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika,
kimia, matematika, dan lain sebagainya.[1] Dengan kata lain, bioteknologi
adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses
produksi barang dan jasa.
Bioteknologi
secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi
teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu
organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada
organisme tersebut.
Perubahan
sifat Biologis melalui rekayasa genetika tersebut menyebabkan "lahirnya
organisme baru" produk bioteknologi dengan sifat - sifat yang
menguntungkan bagi manusia
B. Tempe
Tempe
adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa
bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus
oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh.
arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi
tempe.
Kapang
yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi
senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan,
kalsium,
vitamin B
dan zat besi.
Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika
untuk menyembuhkan infeksi
dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara
umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai
sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai
pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
C. Manfaat tempe :
1.
Mengandung
serat tinggi.
2.
Mudah
dicerna oleh semua kelompok umur, dari bayi sampai usia lanjut.
3.
Pengolahan
kedelai menjadi tempe menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yang memicu
timbulnya gejala flatulensi.
4.
Mengandung
delapan macam asam amino esensial dan asam lemak tidak jenuh.
5.
Sumber
antioksidan yang mengandung isoflavon aglikon sebagai pencegah kanker.
6.
Sumber
antibiotik, zat antibakteri yang memperkecil peluang infeksi.
7.
Hipokolesterolemik,
menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
8.
Sumber
vitamin B.
9.
Mengandung
vitamin B12. Vitamin tersebut umumnya terdapat dalam produk hewani tapi tidak
dijumpai pada makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
IV.
ALAT DAN BAHAN
Alat
dan bahan yang digunakan untuk membuat tempe adalah :
• Kedelai
• Ragi
tempe
• Baskom
• Air
• Ayakan
• Kompor
• Sendok
pengaduk
• Daun
pisang
• Plastik
dan Cetakan
• Penggiling
kedelai
VI.
LANGKAH KERJA
Adapun
langkah kerja pembuatan tempe tersebut adalah :
Pertama :
Menyiapkan
kedelai yang akan diolah untuk menjadi tempe, kemudian mencuci kedelai
tersebut. Biji kedelai yang telah bersih tersebut direndam selama 1 hari.
Setelah satu hari, dilanjutkan dengan merebus selama sekitar 1 jam.
Kedua :
Menggiling
kedelai dengan menggunakan mesin penggiling. Setelah itu memasukkannya ke dalam
suatu wadah lalu diisi dengan air. Kemudian meremas-remas dengan tangan agar
kulit-kulit dari kedelai tersebut terkelupas. Kegiatan dilakukan sampai
sekiranya kulit-kulit dari kedelai tersebut telah lepas.
Ketiga :
Mengambil kulit kedelai yang kebanyakan mengambang
dengan menggunakan ayakan. Karena kulit lebih ringan, kulit mudah mengambang,
jadi dapat diambil dengan ayakan. Lakukan berkali-kali sampai sekiranya bersih
sambil airpun diganti dan diayak lagi. Semakin bersih kedelainya semakin baik
kualitas tempe yang akan dihasilkan.
Keempat :
Menyiapkan air hangat untuk digunakan. Membuang air
yang sewadah dengan kedelai, dengan menggunakan saringan menyaring agar kedelai
tidak ikut terbuang. Lalu memasukkan kedelai kembali ke dalam wadah dan
merendamnya dengan air hangat yang telah disiapkan tadi.
Kelima :
Menambahkan ragi ke dalam kedelai dalam air hangat
tersebut. Kuantitas dari ragi ditentukan sesuai dengan kondisi lingkungan,
misalkan pada pembuatan tempe kami melakukannya sekitar pukul 16.30, jadi
menambahkan 6 sendok ragi. Lalu mengaduk sampai merata dan mendiamkannya selama
5 menit. Setelah itu membuang airnya, tapi tetap menjaga agar kedelainya tidak
ikut terbuang
Keenam :.
Kedelai telah siap, selanjutnya hanya perlu mengatur
bentuk tempe tersebut. Bentuk cetakan serta bagaiman pencetakannya pun
berpengaruh terhadap kualitas dari tempe tersebut. Ada beberapa contoh tipe
tempe yang mudah untuk dibuat :
1.
Membentuk tempe dalam plastik. Pertama melubangi
terlebih dahulu plastik tersebut untuk pernafasan kapangnya. Lalu mengusahakan
agar tidak terlalu padat karena ketika menjadi tempe tentu volumenya pun
bertambah, baru dilem (tradisional dengan lilin).
2.
Membentuk tempe dalam cetakan persegi oleh daun.
Pertama mengatur daun-daun yang telah dilubangi ke dalam cetakan, lalu
memasukan kedelai tersebut. Terakhir menutup cetakan tersebut dan merekatkannya
dengan menggunakan kayu kecil seperti lidi atau tusuk gigi.
3.
Membentuk tempe menjadi segitiga. Pertama memasukkan
tempe ke dalam daun pisang yang dibentuk sedemikian rupa dan dilipat, lalu
merekatkan dengan kayu seperti pada no.2.
Kunci keberhasilan pada tipe tempe ini adalah bagaimana keahlian dalam
melipat-lipat daun tersebut, karena dibutuhkan kemampuan untuk melipatnya agar
kelak hasilnya memuaskan.
Terakhir : Penyimpanan
Keberhasilan pembuatan tempe sangat tergantung pada
menjaga kondisi dan keadaan ragi. Maka perlu disimpan di tempat yang sesuai.
VII.
PEMBAHASAN
Setelah
menyimpan tempe. Malam esok harinya tempe telah muncul berbagai bentuk tempe
mulai dari segitiga, kotak dalam daun, tempe dalam plastik tapi tetap dengan
rasa yang sama yakni rasa tempe. Struktur tempe yang lembut, dan empuk untuk
dimakan. Tidak seperti biasanya tempe yang ditemukan. Terkadang ada tempe yang
dari bagian-bagian tertentunya telah mengering karena factor-faktor yang tidak
terprediksi pada saat pembuatan, ataupun penyimpanan.
Tempe
yang berada di pasaran, terutama survey di beberapa rumah makan. Sebagian besar
tempe yang diolah menjadi sambal goreng tempe cenderung memiliki struktur yang
kering. Diduga hal tersebut untuk hemat minyak goring, yakni tempe terlebih
dahulu dikeringkan atau dijemur. Ketika dimasak, kadar air dalam tempe telah
menipis, sehingga tidak akan terlalu boros terhadap minyak.
Peran
bioteknologi tampak pada pembuatan tempe di atas, bioteknologi tradisional
karena dengan bantuan kapang. Pada pembuatan tempe ini tentunya mengandung
manfaat yang cukup besar bagi manusia, karena selain menjadi lebih enak,
gizi-gizi dalam tempe juga ibarat terupgrade menjadi lebih baik.
Semudah-mudahnya
suatu proses, akan selalu ada kendala yang muncul, begitupun dengan pembuatan
tempe tersebut. Ada beberapa hal yang patut digarisbawahi sebagai suatu
evaluasi terhadap proses bioteknologi dalam pembuatan tempe dan kami rasakan
selaku yang membuat tempe tersebut. beberapa hal yang harus diperhatikan
tersebut diantaranya :
1.Pada saat menuangkan ragi ke dalam air
hangat berisi kedelai, perbandingan dan kesesuaian takaran dengan kondisi
lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan.
2. Bagaimana
mengatur besar lubang pada plastik, daun dan cetakan lainnya juga perlu
diperhatikan. Jika lubang terlalu kecil akan mengakibatkan kapang tidak akan
berkembang dan melakukan fungsinya dengan baik. Jika terlalu besar tentunya
tidak baik pula.
3. Langkah-langkah
tertentu pada proses bioteknologi dalam pembuatan tempe ini ada yang tidak bisa
dilakukan oleh sembarang orang. Diantaranya bagaimana melipat daun untuk
membuat tempe segitiga, dan kepadatannya pula. Dibutuhkan keahlian dan
pengalaman agar kualitas tempe pun bernilai tinggi
BIOTEKNOLOGI PEMBUATAN TUAK
Tuak atau juga disebut arak di Nusantara adalah
sejenis minuman yang mengandung alkohol (etanol) yang
berkadar rendah, harus banyak diminum supaya bisa mencapai efek yang bisa
diharapkan bila dibandingkan dengan minuman alkohol lainnya seperti bir dan
anggur.
Sebagai bagian dari alkohol, tuak adalah minuman psikoaktif
yang diklasifikasikan sebagai minuman yang membuat tenang (depressant), yang
berarti bahwa minuman ini akan menekan berbagai kegiatan dari system saraf
sentral para peminumnya. Pada mulanya, tuak ini nampaknya bekerja sebagai
pembuat stimulasi (stimulant) karena hal ini mengurangi rintangan-rintangan
dalam saraf tetapi kemudian hal ini menekan banyak reaksi fisiologis dan
psikologis.
FERMENTASI TUAK
Tuak adalah minuman yang
merupakan hasil fermentasi
dari bahan minuman atau buah yang mengandung gula.
|
2.
Bahan Baku Tuak
v
Beras
v
Nira kelapa
v
Nira aren
v
Legen dari pohon siwalan
v
Legen dari pohon tal
|
|
1.
Mikroorganisme yang Berperandalam
Pembuatan Tuak
v Saccharomyces cerevisiae
v Zimomonas mobilis
|
Cara Pembuatan Tuak
Tuak
dibuat dengan cara fermentasi dari buah yang mengandung gula, adapun proses
pembuatan tuak adalah sebagai berikut :
Mengambil air nira atau legen yang
terdapat pada buah atau tumbuhan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan
tuak, seperti : beras, kelapa, aren, siwalan tal, dll
Menyimpan air nira atau legen
kedalam sebuah wadah tertutup ( botol berukuran besar) dengan suhu yang sesuai
( suhu ruang )
Diamkan
air nira dalam beberapa hari sehingga molekul organik dalam air nira atau
legen dapat mengalami perombakan menjadi bahan antara, yang dalam hal ini
dibentu oleh mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae dan Zimomonas
mobilis (fermentasi).
Setelah
proses fermentasi berhasil maka air nira akan berubah menjadi minuman
beralkohol yang disebut dengan tuak.
MANFAAT TUAK
Menyehatkan
Tuak berkhasiat menyehatkan badan
karena mengandung efek menghangatkan tubuh. Tuak termasuk sumber vitamin, sama
seperti buah apel. Dengan demikian tuak juga memberi kekuatan dan bila cuaca
dingin, tuak akan menghangatkan.
Obat Penenang
Tuak juga menjadi semacam obat
penenang. Bila sulit tidur, tuak akan membuat gampang tidur. Tuak sering
dianggap sebagai obat termasuk obat untuk orang-orang yang kurang merasa enak
badannya.
Alat sosialisasi
Tuak adalah minuman yang diterima
umum sebagai minuman yang menghangatkan grup, pesta bahkan peserta sermon. Tuak
membuat sosialisasi di kedai menarik dan menghibur. Para peminum yang berkumpul
seringkali mengekspressikan diri dengan ngobrol-ngobrol, main judi,
nyanyi-nyanyi dan sekali-sekali bertengkar dengan teman sekedai.
Obat stress
Sebagian menggunakan tuak itu
sebagai obat stress. Masalah yang terjadi di dalam pekerjaan, di dalam hubungan
interpersonal di rumah tangga sering diatasi dengan tuak. Stress membuat mereka
susah, tetapi dengan minum tuak, masalah itu bisa dilupakan dan perasaan
menjadi enak.
Ritus kedewasaan
Dalam beberapa budaya di luar negeri, minum
banyak alcohol merupakan ritus untuk menuju kedewasaan. Artinya kalau si pemuda
telah sanggup minum banyak alcohol, dia sudah bisa diterima sebagai orang
dewasa. Di daerah ini, minum tuak juga tanda bahwa dia sudah termasuk orang yang
dewasa.
DAMPAK NEGATIF
DARI TUAK
Tuak
akan mengganggu sistem syaraf, semakin banyak diminum maka orang tersebut akan secara
serius mengalami gangguan koordinasi gerak tubuh, kemampuan pikiran, membuat
keputusan dan bicara. Bila semakin banyak, alcohol bisa membuat pingsan, koma
dan kematian
Gangguan
ekonomi, selain
ketidakharmonisan, keluarga alkoholik cenderung makin miskin. Banyak uang habis
hanya untuk memenuhi kebutuhan minum apalagi kalau orangnya tidak berusaha lagi
menambah matapencaharian tetapi justru menghabiskan untuk diri sendiri
Tindak
kriminal, karena
adanya gangguan dalam ekonomi sehingga peminum akan melakukan segala cara untuk
mendapatkan uang agar kebutuhan minumnya terpenuhi. Seperti melaukan tindakan
pencurian, kekerasan, dan pembunuhan.
Gangguan
social, Orang
yang yang sudah minum tuak, tidak terlalu peduli dengan ide-ide kesuksesan dan isu-isu
perkembangan. Mereka terfocus pada minuman. Mereka ini sering kali membuat
keributan di kampung atau di tempat mereka mabuk.
DAERAH PENGHASIL
TUAK
Bali yang dikenal juga dengan nama brem
bali, dikenal mengandung alkohol yang
kadarnya cukup tinggi.
Pulau Madura dahulu dikenal sebagai sebagai
penghasil tuak, namun orang Madura tidak mempunyai kebiasaan minum yang kuat.
Saat ini dapat dikatakan sangat
sedikit orang Madura yang minum tuak atau arak.
Tapanuli (Sumatera Utara). Umumnya tuak di daerah Sumatera
Utara terbuat dari tanaman/pohon aren atau kelapa.
Langganan:
Postingan (Atom)