BAMBU BUNTU

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2013

Nabi Muhammad Adalah Nabi yang Ditunggu Umat Hindu


Nabi Muhammad Adalah Nabi yang Ditunggu Umat Hindu ?


Nabi Muhammad adalah Nabi yang ditunggu umat Hindu? Kalimat itu pasti mengejutkan bagi kebanyakan umat Islam maupun umat Hindu, bahkan mungkin bagi umat di luar kedua agama itu. Betapa tidak, syariat dari dua agama itu sangat jauh berbeda. Mungkinkah Nabi Muhammad adalah Nabi dari kedua agama itu?

Jika dikatakan bahwa Nabi Muhammad adalah juga nabi dari umat Yahudi & umat Kristen, mungkin banyak dari kalangan umat Islam akan setuju, mengingat dalam Al-Qur’an memang terdapat ayat-ayat yang menyatakan kalau kedatangan Nabi Muhammad sebenarnya sudah diberitakan dalam kitab-kitab suci pendahulunya, seperti Taurat & Injil. 

Lima kitab awal dari kitab Perjanjian Lama Kristen adalah apa yang oleh umat Yahudi diakui sebagai Torah/Taurat/Pentatouch, yaitu kitab-kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Sedangkan 4 kitab awal dari kitab Perjanjian Baru Kristen diakui oleh umat Kristen sebagai kitab Injil, yaitu kitab-kitab Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.



Sekalipun umat Islam menyatakan bahwa Taurat & Injil yg diturunkan pada nabi Musa & Nabi Isa adalah bukan yg diakui oleh umat Yahudi & Kristen sekarang, atau setidaknya sudah berubah/diubah dari aslinya, banyak para pakar ilmu Kristologi yang menyatakan kalau dalam Taurat & Injil yg diakui umat Yahudi & Kristen sekarang inipun masih terdapat sisa-sisa ramalan kedatangan Nabi Muhammad (sebenarnya sangat menarik untuk menampilkan argumentasi pembuktiannya, tapi hal itu bukan topik utama dari tulisan ini).

Jika umat Islam mempercayai ramalan kedatangan nabi Muhammad dalam kitab Taurat & Injil, bagaimana dengan kitab suci umat Hindu? Mungkinkah Nabi Muhammad Saw adalah seorang Nabi yang kedatangannya sudah diramalkan oleh kitab suci umat Hindu? Itulah yang akan kita bahas di sini.


Sebenarnya dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang dapat dijadikan acuan bahwa Nabi Muhammad mungkin saja adalah juga seorang Nabi yang ramalan kedatangannya terdapat dalam kitab-kitab suci umat agama lain, diantaranya :


1. Dalam surat Asy-Syu’ara(26) ayat 196 : “Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu”. Jadi dalam kitab-kitab sebelum Al-Qur’an juga terdapat wahyu Tuhan


2. Dalam surat Fatir(35) ayat 24 dinyatakan bahwa tidak ada suatu kaum di masa lalu tanpa seorang pemberi peringatan


3. Dalam surat Al-Ahzab(33) ayat 40 dinyatakan bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan dan merupakan penutup para nabi (utusan terakhir)


4. Dalam surat Al-Anbiya(21) ayat 107 dinyatakan bahwa Nabi Muhammad tidak diutus melainkan untuk seluruh semesta alam.




5. Dalam surat Saba’ (34) ayat 28 dinyatakan bahwa Tuhan mengutus Muhammad untuk seluruh umat manusia, pemberi kabar gembira, dan peringatan akan dosa, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.


Juga dalam hadits Bukhari vol 1. dalam kitab Shalat bab 56 hadits no 429, nabi Muhammad bersabda :


“Semua rasul yg diutus sebelumku hanya berlaku untuk umat/bangsanya saja, tapi aku diutus untuk semua umat manusia”.


Sekarang akan kita lihat dalam kitab suci agama Hindu. Ada banyak kitab dalam agama Hindu yang diakui sebagai kitab suci mereka. Dari semuanya yang dianggap paling suci adalah kitab Veda (Weda). Bila diantara kitab-kitab itu ada yang bertentangan, maka yang harus menjadi rujukan utama adalah Weda yg juga masih terbagi lagi menjadi beberapa kitab. Kitab-kitab lain selain Weda adalah : Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas, dll.


Ayat-ayat ramalan kedatangan Nabi Muhammad


Disebutkan dalam Bhavisa Purana –> dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :


“Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yang berada di lingkungan itu, yang kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dengan tanaman semak-semak/umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”


Kalau anda baca tulisan diatas dengan baik, maka anda akan melihat bahwa ciri-ciri dari pengikut agama kebenaran yg disebutkan adalah ciri-ciri yang umum terdapat pada umat Islam.


Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 disebutkan tentang Kuntupsuktas yang mengisyaratkan bahwa nabi Muhammad akan terungkap kemudian.

- Mantra 1 mengatakan : ia akan disebut Narasangsa. “Nars” artinya orang, “sangsa” artinya “yang terpuji”. Jadi Narasangsa artinya : orang yang terpuji. Kata “Muhammad” dalam bahasa arab juga berarti : orang yang terpuji. Jadi Narasangsa dalam bahasa Sansekerta adalah identik dg Muhammad dalam bahasa arab. Jadi Narasangsa adalah figur yang sama dengan Nabi Muhammad. Ia akan disebut “Kaurama” yang bisa berarti : pangeran kedamaian, dan bisa berarti : orang yg pindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yang hijrah dari Makkah ke Madinah. Ia akan dilindungi dari musuh yang akan dikalahkannya yang berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah sebanyak penduduk Makkah pada masa Muhammad hidup yaitu sekitar 60.000 orang.


- Mantra 2 mengatakan : ia adalah resi yang naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11) : 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.


- Mantra 3 mengatakan : ia adalah “Mama Rishi” atau resi agung. Ini cocok dengan Nabi agung umat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW.


- Mantra 4 mengatakan : ia adalah Washwereda (Rebb) artinya orang yang terpuji. Nabi Muhammad yang juga dipanggil dengan nama Ahmad adalah berarti juga “orang yang terpuji” yang terjemahan bahasa Sansekerta-nya adalah Rebb.


Beberapa ramalan lainnya :


- Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dengan istilah : “akkaru” yang artinya : “yang mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yang berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.


- Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yang mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yang seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad/Ahmad yang berarti yang terpuji, yang akan mengalahkan kepala-suku-suku dari suku-suku di sekitar Makkah yg berjumlah sekitar 20 suku.


- Dalam Rigveda book 1 Hymn 53 : 9 nabi dipanggil dg sebutan “Suslama” yg artinya lagi-lagi adalah : orang yg terpuji yg merupakan arti dari nama Muhammad.


- Dalam Samaveda Agni Mantra 64 dinyatakan bahwa ia tidak disusui oleh ibunya. Hal ini persis dengan Nabi Muhammad yang tidak disusui oleh ibunya tapi oleh seorang wanita bernama Halimah.


- Dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500 dinyatakan bahwa Ahmad akan dianugrahi undang-undang abadi, yang jelas mengacu pada Nabi Muhammad yang akan dianugrahi kitab suci Al-Qur’an. Tapi karena orang India yang berbahasa sansekerta tidak paham kata Ahmad, maka diterjemahkan menjadi “a” dan “mahdi” yaitu “saya sendiri”, jadi diartikan “saya sendiri yang menerima undang-undang abadi”. Padahal seharusnya “Muhammad sendiri yang dianugrahi undang-undang abadi”.


Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bagian dalam kitab-kitab Weda. Juga diramalkan pada tak kurang dari 16 tempat yang berbeda dalam kitab weda dg nama Narasangsa artinya adalah sama dengan arti dari nama Muhammad, yaitu “yang terpuji”.


Kalky Autar


Salah satu ramalan kedatangan nabi Muhammad yg sangat terkenal yang juga telah membuat seorang professor bahasa dari Alahabad University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca : autar). “av” artinya : turun. “tr” artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”. Kalky Avtar artinya adalah : “utusan terakhir”.


Pundit Vaid Parkash – sang professor (yang menulis buku berjudul “Kalky Avtar”), secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, karena menurutnya, sebenarnya Nabi Muhammad adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual dalam agama Hindu.


Disebutkan dalam Nashpropesy, Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Kalky Avtar (Autar terakhir) dan Amtim Rishi. Sedangkan dalam kitab Puranas disebutkan tentang Kalky Autar dan kedatangannya. Diantara ayat-ayat yang menyebutkan adalah :


- Dalam Baghavata Purana Khand 12 Adhyay 2 Shloka 18-20 disebutkan dalam rumah Visnuyash akan dilahirkan Kalky Avtar yang diramalkan akan menjadi penguasa dunia, yang terkenal dengan sifat-sifatnya yang baik & menonjol. Dia akan diberi tanda-tanda. Dia akan diberi oleh malaikat sebuah kendaraan yang cepat. Dia akan menaiki kuda putih sambil memegang pedang. Dia akan mengalahkan orang-orang jahat dan dia akan terkenal di dunia.


- Dalam Baghavata Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25 disebutkan akan ada juru selamat di rumah Visnuyash


- Dalam Kalki Purana (2) : 4 disebutkan bahwa di rumah Visnuyash pemimpin – kampung Sambala akan lahir Kalki Avtar


- Dalam Kalki Purana (2) : 5 disebutkan bahwa dia akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) mengalahkan orang-orang jahat


- Dalam Kalki Purana (2) : 7 disebutkan bahwa dia akan dijaga oleh malaikat di medan perang


- Dalam Kalki Purana (2) : 11 disebutkan bahwa dalam rumah Visnuyash dan dalam rumah Summati Kalki Autar akan lahir


- Dalam Kalki Purana (2) : 15 disebutkan bahwa dia akan lahir pada tanggal 12 bulan pertama Madhop


- Semua ramalan yg disebut diatas tadi tiada lain merujuk pada Nabi Muhammad SAW. Penjelasannya demikian :


- Dirumah Visnuyash berarti dirumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan) sedangkan ayah dari Nabi Muhammad adalah bernama Abdullah yang artinya adalah pengikut Allah (pengikut Tuhan). Orang Islam menyebut “Allah” sebagai Tuhan, sedang orang Hindu menyebut “Vishnu” sebagai Tuhan. Jadi di rumah Visnuyash adalah di rumah Abdullah.


- Summati dalam bahasa sansekerta artinya adalah orang yang sangat setia. Sedangkan ibunda nabi Muhammad adalah bernama Aminah yang dalam bahasa arab artinya juga orang yg setia.

- Sambala bahasa arabnya adalah tempat yang aman & damai. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” yaitu tempat yang aman & damai. Akan lahir diantara kepala suku Sambala, artinya bahwa Nabi akan lahir diantara kepala suku di Makkah.


Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal


Sebagai Amtim Rishi (resi terakhir). Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan nabi-nabi yang dikirim Tuhan seperti yang terdapat pada QS. Al- Ahzab : 40.


- Dia akan memperoleh bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad memperoleh wahyu pertamanya di gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur artinya Gunung Cahaya lalu kembali lagi ke Makkah.


- Dia akan memiliki sifat-sifat yang sangat mulia. Persis seperti nabi Muhammad seperti terdapat pada QS. Al-Qalam : 14 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur”.


- Kalki Autar akan diberi 8 kemampuan spiritual, yaitu : bijaksana, punya kendali diri, keturunan yg terhormat, punya pengetahuan wahyu, pemberani, perkataannya bertarget kurikulum, sangat dermawan, dan sangat ramah. Semuanya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi Muhammad


- Dia akan diberi kendaraan yg sangat cepat oleh Shiva. Nabi Muhammad juga diberi bouraq yang sangat cepat oleh Allah yg membawanya ke langit dalam peristiwa Mi’raj.


- Dia akan naik kuda putih dengan tangan kanannya memegang pedang. Nabi Muhammad juga ambil bagian dalam peperangan termasuk dengan menunggang kuda dan bertempur dengan memegang pedang dengan tangan kanannya.


- Dia akan menjadi penyelamat umat manusia. Dalam QS. Faatir(35) ayat 24 dan QS. Saba(34) ayat 28 disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah pembawa berita gembira & peringatan bagi seluruh umat manusia, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.


Dia akan menjadi pembimbing ke jalan yang benar. Nabi Muhammad hidup pada jaman jahiliyah yang penuh kegelapan dimana ia membawa umatnya ke jalan yang terang benderang.


- Dia akan dibantu oleh 4 sahabat dalam menyebarkan misi. Kita tahu ada 4 orang khalifah sahabat nabi yaitu : Sayyidina Abubakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.


- Dia akan ditolong oleh malaikat di medan pertempuran. Dalam perang Badr Nabi Muhammad dibantu oleh para malaikat Allah seperti tersebut dalam QS. Ali Imran (3) ayat 123 & 125 : “Jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda”. Juga QS. Al-Anfal(8) ayat 9 yang berbunyi “…. sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yg datang berturut-turut.”


Subhanallah..


Ternyata sekian banyak ayat tersebut (yang sebenarnya belum semuanya ditampilkan) yang meramalkan akan datangnya seorang nabi yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu, begitu cocok dengan gambaran Nabi Muhammad, umat Islam, dan sejarahnya. Mungkin saja ini juga merupakan pembuktian yang diberikan Allah bahwa Nabi Muhammad memang diutus Allah untuk seluruh umat manusia.


Hal ini juga dapat membuka diskusi yg menarik tentang agama Hindu, kitab suci umat Hindu, dan syariat-nya. Benarkah agama Hindu memang merupakan agama yang diturunkan oleh Allah jauh sebelum Nabi Muhammad lahir? Kalau ya, apakah berarti umat Hindu bisa disebut “muslim”, atau juga bisa disebut “ahlul kitab”? Bagaimana sesungguhnya ajaran agama Hindu itu, dan sesuaikah dengan ajaran Islam? Bagaimana pendapat anda sendiri? (rkh)






Keutamaan Bulan Rabiul Awwal


Keutamaan Bulan Rabiul Awwal


 
Bulan Rabi’ul Awal merupakan bulan yang sangat mulia bagi kaum muslimin. Di bulan inilah terlahir seorang yang sangat dibanggakan dan dicintai oleh umat islam di seluruh dunia.
 Dia membawa wahyu Allah SWT untuk menyelamatkan umatnya dari kegelapan dunia menuju ke jalan yang terang benderang sebagai bekal untuk ke akherat nanti. Dialah Rasulullah “Muhammad SAW”. Seorang yang sangat menyayangi umatnya hingga di akhir hayatnyapun mengucapkan “Umatku…umatku…”. Dialah satu-satunya yang dapat memberi syafa’at kepada manusia di hari yang sangat berat itu. Dialah yang bersujud kepada Allah SWT untuk umatnya dan berkata Ana Laha…Ana Lahaa..“  sehingga Allahpun bersabda: ” Irfa’ yaa Muhammad…Isyfa’ tusyaffa’…?” .

Di bulan inilah Rasul kita Muhammad SAW dilahirkan, akan tetapi mungkin terlintas dalam pikiran kita sebuah pertanyaan: “Mengapa Rasulullah SAW tidak dilahirkan di bulan lain yang lebih barakah? Mengapa tidak dilahirkan di bulan  lain seperti Ramadhan, dimana Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dan dihiasi dengan Lailatul Qadar? Atau disalah satu dari bulan-bulan haram lainnya seperti Dzulhijjah, Dzulqa’dah, Muharram atau Rajab (Asyhur Alhurum) yang telah diagungkan oleh Allah SWT dimana di situ diciptakan langit dan juga bumi? Atau di bulan Sya’ban dimana di situ terletak malam Nishfu Sya’ban  ? Mengapa dilahirkan di hari senin bulan Rabi’ul Awal?
Lahirnya Rasulullah SAW di hari senin tanggal dua belas Rabi’ul Awal bukanlah suatu kebetulan atau tanpa hikmah dan faidah tertentu. Akan tetapi di situ terdapat hikmah tersendiri yang jika seorang muslim meyakininya, niscaya akan menambah   kecinta’anya kepada beliau. hikmah tersebut adalah:
Pertama : di sebuah Hadist disebutkan bahwa “Allah SWT menciptakan pepohonan dihari senin “. Hadist ini merupakan peringatan yang sangat muliya bagi umat Islam yaitu Bahwa: ” Allah menciptakan bahan makanan, Rizki, buah-buahan dan kebaikan-kebaikan yang dengan itu anak Adam berkembang biyak dan bertahan hidup serta membuat hatinya senang melihatnya, adalah agar mereka lega dan tenang untuk mendapatkan sesuatu yang membuatnya hidup sesuai dengan hikmah Allah SWT. Maka dengan lahirnya Rasulullah SAW di hari itu, itu adalah sebagai keceriya’an dan kebahagian untuk semua (Qurratui ‘uyun), dan tidak diragukan lagi bahwa hari senin adalah hari yang penuh barakah dan menjadi barakah karena kelahiran seorang Rasul yang muliya. Beliau telah ditanya tentang hari ini kemudian menjawab: “Hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan”.
Kedua : Lahirnya Rasulullah SAW dibulan Rabi’ merupakan isyarat yang sangat jelas bagi orang yang cerdas dan mengerti tentang asal mula kalimat Rabi’ , yaitu bahwa dalam kalimat tersebut terdapat makna optimis atas datangnya sang pembawa  kabar gembira bagi umatnya.
Syeikh  Abdur-rahman As-shoqli mengatakan: “Setiap nama seseorang mempunyai peran dalam kehidupannya, baik dalam segi perorangan atau yang lain. Di Fashl Arrabi’   Bumi mengeluarkan semua isinya dari berbagai nikmat-nikmat Allah SWT serta Rizki-rizki-Nya yang di situ terdapat kemaslahatan seorang hamba,  dan dengan itu seorang hamba bisa bertahan hidup, serta  di situlah kehidupan mereka berlangsung. Sehingga terbelahlah biji-bijian, serta berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang telah ditentukan di situ, sehingga orang yang memandangnya menjadi senang dan ke’ada’annya-lah yang memberikan kabar gembira akan kedatangan waktu masak dan memetiknya. Di sini terdapat isyarat yang sangat agung atas mulainya berbagai nikmat Allah SWT”.
Maka kelahiran Nabi Muhammad SAW di bulan ini adalah sebagai isyarat yang sangat nyata dari sang pencipta agar kita mengagungkan dan memujinya karena ketinggian martabat Rasul SAW. Dimana beliau adalah sebagai pembawa kabar gembira bagi semua yang ada di alam semesta, serta rahmat bagi mereka dari berbagai kehancuran dan ketakutan di dunia dan di akherat. Sebagian dari Rahmat Allah SWT yang paling agung yaitu anugrah Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk memberikan hidayah bagi umat islam menuju jalan yang lurus. Sebagai mana dalam firman Allah SWT :
 (وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ) [ الشورى : 52] .
Sesungguhnya kamu benar-benar meberi petunjuk kepada jalan yang lurus”.
Ketiga : Tidakkah kita melihat bahwa Musim Arrabi’ adalah musim yang paling stabil dan paling bagus, karena di situ tidak ada dingin yang sangat mengganggu dan tidak juga panas yang membikin gelisah, di siang dan malamnya tidak terlalu lama. Akan tetapi semua seimbang dan stabil. Dia adalah musim yang terbebas dari penyakit-penyakit seperti di musim gugur, panas, dan dingin. Akan tetapi manusia menjadi segar dan bergairah di musim ini, sehingga malamnya menjadi waktu yang sangat tepat untuk bertahajud, dan siangnya untuk berpuasa. Hal tersebut menyerupai keadaan syari’at islam yang tengah-tengah serta memudahkan bagi umatnya.
Keempat : Allah SWT telah berkehendak untuk menjadikan mulia berbagai tempat dan waktu dengan adanya Nabi, bukannya menjadikan muliya Nabi dengan adanya tempat dan waktu. Maka tempat dan waktu itulah yang mendapatkan kemuliya’an serta keutama’an dan keistimewa’an yang sangat besar dengan kedatangannya Nabiyullah Muhammad SAW  .   
Memang benar, karena jikalau Rasulullah SAW dilahirkan di bulan Ramadhan contohnya atau di bulan-bulan haram lainnya atau di bulan Sya’ban yang berbarokah; niscaya orang akan menyangka bahwa Nabi menjadi mulia dikarenakan beliau di lahirkan di bulan-bulan tersebut, karena keistimewa’an dan keunggulannya dari bulan-bulan lainnya. Akan tetapi Allah yang Maha Adil telah berkehendak untuk melahirkan baginda Rasul SAW di bulan Rabi’ul Awal, agar bulan ini menjadi mulia dan tampak bersinar terang.  Dalam sebuah Sya’ir dikatakan:
وتضوعت بك مسكا بك الغبراء
        بك بشر الله السماء فزينت
ومساؤه بمحمد وضاء
        يوم يتيه على الزمان
“Karenamu wahai Muhammad, Allah SWT memberi kabar gembira kepada langit hingga diapun berhias.
dan karenamulah, debu-debu kotor menjadi berbau minyak misik”.
“Hari dimana dalam keada’an  bingung di sebuah zaman, sorenya menjadi terang, di karenakan datangnya  Muhammad”.
Kejadian bersejarah di bulan Rabi’ul Awal
Bulan ini adalah bulan yang sangat mulia, bagaimana tidak? bulan ini adalah bulan dimana Orang yang sangat mulia di dunia ini dilahirkan. Di bulan ini juga sang pencipta mengambil arwah suci nabi akhiru zaman ini. Kedua kejadian ini adalah kejadian yang sangatlah penting di bulan ini. Bulan yang sangatlah dimuliyakan dengan datangnya sang pembuka pintu kegelapan.
Karena kedua kejadian tersebut adalah kejadian yang sangatlah penting bagi kaum muslimin, kita akan membahasnya disini secara ringkas:
Kelahiran sang baginda Rasul SAW.
Seorang calon ayah pun terpaksa harus meninggalkan kotanya tercinta menuju ke Syam  untuk mencari rizki demi menghidupi keluarganya. Sang ibu yang sedang mengandung calon buah hatipun terpaksa merelakan suaminya untuk pergi ke sana. Dengan harapan akan kembali dengan membawa kabar gembira. Abdullah setelah pulang dari Syam, mampir di kota Madinah untuk mengunjungi keluarganya seperti yang diperintahkan bapaknya Abdul Muthalib. Akan tetapi takdir berkata lain, dia sakit di kota ini dan akhirnya meninggal di situ. Air mata Aminahpun menetes tanpa terasa, mengingat calon buah hati yang akan terlahir yatim.
Sebelum Aminah melahirkan sang buah hati, dia selalu bermimpi bahwa sebuah cahaya keluar dari dirinya dan menerangi semua istana di Syam. Setelah datang hari yang telah ditentukan Allah SWT sebagai hari kelahiran sang Nabi SAW yaitu hari senin, hari yang ke dua belas dari bulan Rabi’ul Awal, keluarlah sang baginda Rasul SAW dari perut ibunya, dengan dikelilingi oleh cahaya yang menerangi seluruh istana Syam, dan sang mauludpun bersujud seketika kepada Allah SWT. Dengan tanpa merasakan sakit sedikitpun sang bundapun tersenyum gembira, melihat si buah hati yang di kandungnya telah keluar ke dunia dengan selamat.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dengan mempunyai tiga ibu yang sangat mencintainya, Muhammad SAW tak lagi merasa bahwa dia terlahir yatim, tanpa ayah yang menyayanginya. Akan tetapi dengan tiga ibu tersebut, sudahlah cukup sebagai pengganti rasa pahitnya keyatiman. Yaitu ibu yang telah melahirkannya, Aminah at-taahirah, dan ibu yang merawatnya, Barkah al-baarrah wal wadud. Serta ibu yang menyusuinya, yaitu Halimah Assa’diyah.
Di tahun yang ke Enam dari kelahirannya, Ibu tercinta mengajak Muhammad untuk berziarah ke makam ayahnya di Madinah dengan ditemani satu pembantu, dan ingin mengenalkannya dengan saudara–saudaranya dari Bani Najjar. Dan tinggAllah mereka disitu beberapa bulan. Kemudian mereka ingin kembali ke rumah mereka di Makkah. Dan dalam perjalanan sang ibu merasakan sakit yang sngatlah dahsyat. Hingga semua rasa sakit terkumpul menjadi satu dan dia berkata: ” semua yang hidup akanlah mati, semua yang baru akan sirna, dan semua yang besar akan rusak, dan saya akan mati dan meninggalkan kenangan yang tak sirna, dan aku telah melahirkan seorang yang sangat suci “. sang ibu pun telah kembali kepada sang pencipta. Dan meninggalkan anaknya sendiri bersama pembantunya menuju kerumah kakeknya dengan membawa kesedihan yang berlipat-lipat.
Setelah sampai kepada bapa saudaranya, ia pun bertambah memperhatikannya, merawatnya lebih dari putra-putranya yang lain, agar cucu tercinta tidak merasakan kepahitan menjadi anak yatim piyatu, dia menyayanginya sebagaimana orang tua menyayangi anaknya

 Amalan Kaum Muslim di Bulan Rabi'ul Awal


Di bulan ini setiap Muslim disunahkan untuk memperbanyak shalawat serta salam untuk Rasulullah SAW. Karena di bulan yang mulia ini telah tampak kebaikan yang merata kepada seluruh alam, telah tampak pula kebahagia'an orang-orang yang paling bahagia dengan terbitnya bulan penerang bumi, yaitu lahirnya Nabi Muhammad SAW di dunia ini. dengan lahirnya Rasulullah di bulan ini, dikenanglah bulan Rabi'ul Awal sebagai hari yang paling penting bagi umat islam, oleh karena itu bulan ini dijadikan sebagai hari berkumpulnya umat islam untuk mendengarkan kisah kelahiran Rasulul islam yang sangat mulia, agar mereka memperoleh barakah dan keutama'an yang suci.

Umat islam selalu memperingati bulan kelahirannya, sehingga mengadakan walimah, dan menyedekahkan sebagian hartanya kepada saudaranya yang membutuhkan dalam bentuk apapun, mereka juga menampakkan kegembira'an mereka karena terlahirnya Rasulullah SAW, mereka selalu memperhatikan kisah kelahirannya, dengan penuh kekhusyu'an dan penghayatan, sehingga barakah Rasulullah SAW-pun menyelimuti hati mereka, sehingga membuat hati mereka tenteram dan tenang.

Mengapa kita memperingati Maulid Nabi SAW?

Mungkin pertanya'an ini adalah pertanya'an yang jarang sekali didengar di kalangan orang-orang yang sudah terbiasa melakukan kegiatan maulid Nabi di hari-hari yang agung seperti hari jum'at contohnya, atau hari yang ke dua belas dari bulan Rabi'ul Awal. Ini merupakan suatu adat yang sangatlah di dukung oleh syare'at bagi hamba Allah yang sangat mencintai Rasulnya, sebagai ungkapan rasa cinta dan rasa syukur terhadap nikmat Allah yang berupa lahirnya sang penerang dunia. Akan tetapi sebagian orang mengatakan bahwa hal ini merupakan hal yang tidak dilakukan oleh ulama' salaf. Mungkin dengan pernyata'an ini kita terpaksa harus menyebutkan dalil kebolehan memperingati acara maulid Nabi. Akan tetapi sebelum kita menyebutkan dalil-dalil akan dibolehkannya maulid maka kita perlu mengetahui hal-hal berikut ini:

1. Kita mengatakan bahwa peringatan maulid Nabi adalah perbuatan yang dibolehkan oleh syari'at, dari berbagai perkumpulan untuk mendengarkan sejarahnya Rasul SAW, mendengarkan puji-pujian yang diucapkan untuk beliau, memberikan makanan, serta memberikan kegembira'an untuk semua umat islam.

2. Kita tidak mengatakan bahwa peringatan maulid Nabi disunahkan di waktu tertentu atau di malam tertentu, akan tetapi barang siapa yang meyakini hal tersebut maka telah mengada-ngada di dalam agama (melakukan perbuatan bid'ah). Karena kita wajib mengingatnya di setiap waktu. Akan tetapi di bulan kelahirannya yaitu bulan Rabi'ul Awal, seorang muslim lebih ditekankan untuk mengingat beliau, sehingga orang-orang bersemangat untuk menyambutnya serta berkumpul untuk mengingatnya dan merasakan keagungan karena kita menjadi lebih dekat dengan sejarah. Maka mereka akan mengingat suatu yang sudah lampau dengan cara melaksanakannya sesuai dengan adat jaman sekarang.

Adapun dalil kebolehannya mengadakan peringatan maulid Nabi SAW adalah sbb:

1. Peringatan maulid Nabi adalah sebagai ungkapan atas rasa kesenangan dan kegembira'an atas Rasulullah SAW, sebagai mana orang kafir telah mengambil manfa'atnya.

Telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Abu lahab diringankan dari siksa'annya di setiap hari senin sebab dia telah memerdekakan budaknya yang bernama tsuwaibah ketika mendapat kabar gembira bahwa Muhammad SAW telah lahir.

Al-Hafidz Ad-Dimisyqi mengatakan: "Jika ini adalah seorang kafir yang telah dicela oleh Al-Qur'an dengan kata "Tabbat yadaa Abii Lahabin Wa tabb"  yang telah dimasukkan di neraka untuk selamanya, telah ada sabda bahwa dia diringankan dari siksa'annya disetiap hari senin karena kegembira'annya atas lahirnya Muhammad SAW, maka apa prasangka seorang Mukmin yang dimana seluruh umurnya senang dengan Rasulullah SAW serta mati dalam ke'adaan Islam?".

2. Rasulullah SAW telah memuliyakan hari kelahirannya, dan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya yang sangat besar kepadanya, dan telah mengutamakannya sebagi makhluk yang paling utama di dunia, karena semua yang ada di dunia ini telah gembira karenanya. Beliau mengungkapkan kegembira'an tersebut dengan berpuasa di bulan itu. Seperti yang disebutkan dalam Hadist oleh Abi Qatadah RA: "Rasulullah SAW ditanya tentang puasanya di hari senin?" dan Rasul menjawab: "Di hari itu aku dilahirkan, dan di hari itu pula Allah menurunkan wahyu kepadaku".

Ini adalah makna dari peringatan maulid nabi, cuma gambar atau caranya saja yang berbeda. Akan tetapi makna ini tetap ada, baik dengan cara berpuasa atau membagikan makanan atau berkumpul dengan tujuan berdzikir atau membaca shalawat kepada Nabi SAW, atau dengan mendengarkan syama'ailnya Rasulullah SAW.

3. Gembira dan senang dengan adanya Rasulullah SAW adalah sesuatu yang dianjurkan oleh Al-Qur'an, yaitu firman Allah SWT:
 
( قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ )[يونس:58]

" Katakanlah dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya , hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

Allah SWT telah memerintahkan kita untuk bergembira atas rahmat yang Allah berikan kepada kita. Sedangkan Nabi Muhammad SAW adalah rahmat yang paling mulia dan yang paling besar bagi kita. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman:

" وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين )[الأنبياء:107].

" Kita tidak mengutusmu kecuali sebagi rahmat bagi semua yang ada dialam semesta".

Maka kita wajib untuk bergembira atas datangnya rahmat tersebut.   

4. Peringatan maulid Nabi adalah perbuatan yang tidak ada di zaman Rasul SAW, maka hal tersebut adalah bid'ah akan tetapi bid'ah hasanah. Karena perbuatan ini mempunyai landasan syara', serta berada dibawah naungan qowa'id kulliyah (asas yang mencakup semuanya). Maka hal ini adalah bid'ah dari segi perkumpulannya, tidak dari segi perorangannya.

Mungkin dalil-dalil ini sudahlah cukup sebagai jawaban atas pertanya'an diatas. Yang paling penting bagi seorang muslim adalah memperbanyak shalawat atas nabi Muhammad SAW di bulan ini. Karena salawat ini sendiri mempunyai keutama'an yang paling besar. Karena Allah SWT akan tetap menerima shalawat seseorang meskipun dalam ke'ada'an lalai. Barang siapa membaca shalawat kepada nabi SAW, maka shalawat tersebut akan diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah Hadist: "Bershalawatlah kepadaku? Karena sesungguhnya shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku". Lain lagi dengan dzikir-dzikir yang lain, karena dzikir-dzikir yang lain membutuhkan kekhusyu'an agar dzikir-dzikir tersebut di terima oleh Allah SWT. Masih banyak lagi keutama'an shalawat kepada nabi.

Adapun shalawat yang paling afdhal yang hendaknya kaum muslimin membiasakannya adalah shalawat Al-Ibrahimiyah, yaitu :

 
اللهم صلى على سيدنا محمد ، وعلى آله سيدنا محمد ، كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم ، وباركعلى سيدنا محمد

وعلى آل سيدنا محمدكما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم ، في العالمين إنك حميد مجيد


 
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ
 
Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji),  serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman).  (Surah Ali `Imran: 110)



Senin, 19 November 2012

Asas-asas Transaksi Ekonomi dalam Islam


Asas-asas Transaksi Ekonomi dalam Islam
Transaksi ekonomi maksudnya adalah perjanjian atau akad dalam bidang ekonomi. Saya beri contoh misalnya pada kegiatan jual beli, sewa menyewa, upah mengupah, ataupun kerjasama di bidang pertanian dan perdagangan.

Dalam buku Ensiklopedia Islam jilid 3, halaman 246 dijelaskan bahwa dalam setiap transaksi ada beberapa prinsip dasar yang diterapkan dalam Syara' (hukum islam), yaitu :
  1. Setiap transaksi pada dasarnya mengikat orang (pihak) yang melakukan transaksi, kecuali apabila transaksi itu menyimpang dari hukum syara' misalnya adalah memperdagangkan barang haram. Pihak-pihak yang bertransaksi harus memenuhi kewajiban yang telah disepakati dan tidak boleh saling mengkhianati. (Untuk lebih jelasnya silahkan anda lihat pada Q.S. Al-Ma'idah, 5: 1)
  2. Syarat-syarat transaksi dirancang dan dilaksanakan secara bebas tetapi penuh dengan tanggung jawab, dan tidak menyimpang dari hukum syara' dan adab sopan santun.
  3. Setiap transaksi dilakukan dengan sukarela, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. (Untuk lebih jelasnya silahkan anda lihat Q.S. An-Nisa' 4: 29)
  4. Islam mewajibkan agar setiap transaksi, dilandasi dengan niat yang baik dan ikhlas karena Allah SWT, sehingga terhidar dai segala bentuk penipuan dan kecurangan.
    Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa :
    "Aku (Rasulullah) melarang jual beli yang mengandung unsur penipuan."
    (H.R Muslim)
  5. 'Urf (adat kebiasaan) yang tidak menyimpang dari hukum syara', boleh digunakan untuk menentukan batasan atau kriteria-kriteria dalam transaksi. Saya beri contoh begini, misdalnya dalam akad sewa-menyewa rumah. Menurut kebiasaan setempat, kerusakan rumah sewaan merupakan tanggung jawab penyewa. Maka dari itu,pihak yangmenyewakan boleh menuntut penyewa untuk memperbaiki rumah sewaannya. Tapi, pada saat transaksi atau terjadinya akad,kedua belah pihak telah sama-sama mengetahuikebiasaan tersebut dan menyepakati nya.
Itulah sobat, beberapa asas-asas transaksi ekonomi dalam islam. Insya Allah jika anda menerapkan asas-asas transaksi ekonomi sesuai ajaran Islam, maka sebuah transaksi yang akan memperoleh mardatillah (keridhaan Allah SWT) akan terwujud.

Rasulullah SAW bersabda



artinya :
"Ibadah itu terdiri dari sepuluh bagian, sembilan bagian daripadanya terdapat pada mereka yang mencari rezeki yang halal."
(H.R As-Sayuti)


Khiyar
 Khiyar artinya boleh memilih untuk meneruskan kesepakatan (akad) jual beli atau membatalkannya. Ada tiga macam khiyar yaitusebagai berikut.
1) Khiyar Majelis
 Adalah khiyar yang berlangsung selama penjual dan pembeli masihtetap ditempat jual beli. Khiyar majelis ini berlaku pada semuamacam jual beli.
2)Khiyar Syarat
 Adalah khiyar setelah mempertimbangkan satu atau dua hari.Setelah hari yang ditentukan tiba, maka jual beli harus ditegaskanuntuk dilanjutkan atau dibatalkan. Masa khiyar syarat selambat-lambatnya tiga hari
3)Khiyar Aib (cacat)
 Adalah si pembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya,apabila barang tersebut diketahui ada cacatnya. Kecacatan itusudah ada sebelumnya, namun tidak diketahui oleh si penjualmaupun si pembeli


C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam
transaksi ekonomi Islam hendaknya diterapkan dalam setiap kegiatan ekonomi. Misalnya, dalam jual beli, simpan pinjam, dan sewa-menyewa.
  1. Jual Beli
    1. pengertian, dasar hukum, dan hukum jual beli
jual beli ialah persetujuan saling mengikat antra penjual ( yakni pihak yang menyerahkan/menjual barang ) dan pembeli ( sebagai pihak yang membayar/membeli barang yang dijual ). Pada masa Rasulullah SAW harga barang itu dibayar dengan mata uang yang terbuat dari emas ( dinar ) dan mata uang yang terbuat dari perak ( dirham ).
Jual beli sebagai sarana tolong menolong sesama manusia, didalam Islam mempunyai dasar hukum dari Al-quran dan Hadist. Ayat Al-quran yang menerangkan tentang jual beli antara lain surah Al-baqarah, 2: 198 dan 275 serta surah An-Nisa, 4: 29.
Hukum jual beli adalah mubah (boleh). Namun pada situasi tertentu, hukum jual beli itu bisa berubah menjadi sunah, wajib, dan makruh.
    1. rukun dan syarat jual beli
rukun dan syarat jual beli adalah ketentuan-ketentuan dalam jual beli yang harus dipenuhi agar jual belinya sah menurut syara (hukum Islam).
                 Orang yang melaksanakan akad jual beli (penjual dan pembeli)
                        Syarat yang harus dimiliki oleh penjual dan pembeli adalah:
1.      Berakal, jual belinya orang gila atau rusak akalnya dianggap tidak sah.
2.      Balig, jual belinya anak kecil yang belum balig tidak sah. Akan tetapi, jika anak itu sudah mumayyiz (mampu membedakan baik buruk), dibolehkan melakukan jual beli terhadap barang-barang yang harganya murah, seperti permen, kue, dan kerupuk.
3.      berhak menggunakan hartanya, orang yang tidak berhak menggunakan (membelanjakan) hartanya karena sangat bodoh (idiot) tidak sah jual belinya, harta milik orang yang sangat bodoh diurus oleh walinya yang balig dan berakal sehat serta jujur ( lihat Q.S An-Nisa 4: 5)

Sigat atau ucapan ijab dan kabul
  Ulama fikih sepakat bahwa unsur utama dalam jual beli adalh kerelaan antra penjual dan pembeli. Karena kerelaan itu berada dalam hati, maka harus diwujudkan melalui ucapan ijab (dari pihak penjual) dan kabul (dari pihak pembeli).
Barang yang diperjualbelikan
Barang yang diperjualbelikan harus memenuhi syarat-syarat yang diharuskan.
Syarat-syarat barang yang diperjualbelikan antara lain :
1.      barang yang diperjualbelikan sesuatu yang halal.
2.      barang itu ada manfaatnya.
3.      barang itu ada di tempatnya
4.      barang itu merupakan milik si penjual atau dibawah kekuasaanya.
5.      barang itu hendaknya diketahui oleh pihak penjual dan pembeli dengan jelas, baik zatnya, bentuknya dan kadarnya, maupun sifatnya.

Nilai tukar barang yang dijual (pada zaman modern sekarang ini berupa uang)
Syarat-syarat bagi nilai tukar barang yang dijual adalah:
1.      harga jual yang disepakati penjual dan pembelli harus jelas jumlahnya.
2.      nilai tukar barang itu dapat diserahkan pada waktu transaksi jual beli.
3.      apabila jual beli dilakukan secara barter atau al-muqayadah (nilai tukar barang yang dijual bukan berupa uang tetapi berupa barang), maka nilai tukarnya tidak boleh dengan barang haram misalnya dengan babi dan khamar.

’TAHUN BARU MEMPERINGATI HIJRIAH’’ MUHARRAM 1434


‘’TAHUN BARU MEMPERINGATI HIJRIAH’’
                    MUHARRAM 1434
                  
   Tahun baru adalah salah satu hari besar hijriah bagi umat islam di seluruh
Penjuru dunia yang di peringati setiap tahun untuk mengenang pristiwa hijrahnya Rasulullah hijriah SAW dan para pengikut nya dari mekkah ke madinah.
Untuk menggali hikmah yang terkandung pada pristiwa tersebut sekali gus pelajaran bagi seluruh santri .
  

Sabtu, 10 November 2012

Biografi Abu Bakar As-Sidiq


Biografi Abu Bakar As-Sidiq
Abu Bakar As-Sidiq adalah orang yang paling awal memeluk agama Islam (assabiqunal awwalun), sahabat Rasullullah Saw, dan juga khalifah pertama yang dibaiat (ditunjuk) oleh umat Islam. Beliau lahir bersamaan dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad Saw. pada 572 Masehi di Mekah, berasal dari keturunan Bani Taim, suku Quraisy. Nama aslinya adalah Abdullah ibni Abi Quhaafah.
Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi. Berdasarkan keadaan saat itu dimana kepercayaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW lebih banyak menarik minat anak-anak muda, orang miskin, kaum marjinal dan para budak, sulit diterima bahwa Abu Bakar justru termasuk dalam mereka yang memeluk Islam dalam periode awal dan juga berhasil mengajak penduduk mekkah dan kaum Quraish lainnya mengikutinya (memeluk Islam).
Abu Bakar berarti ‘ayah si gadis’, yaitu ayah dari Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. Namanya yang sebenarnya adalah Abdul Ka’bah (artinya ‘hamba Ka’bah’), yang kemudian diubah oleh Rasulullah menjadi Abdullah (artinya ‘hamba Allah’). Sumber lain menyebutkan namanya adalah Abdullah bin Abu Quhafah (Abu Quhafah adalah kunya atau nama panggilan ayahnya). Gelar As-Sidiq (yang dipercaya) diberikan Nabi Muhammad SAW sehingga ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar ash-Shiddiq. Sebagaimana orang-orang yang pertama masuk Islam, cobaan yang diderita Abu Bakar As-Sidiq cukup banyak. Namun ia senantiasa tetap setia menemani Nabi dan bersama beliau menjadi satu-satunya teman hijrah ke Madinah pada 622 Masehi.
Menjelang wafatnya Rasullullah, Abu Bakar ditunjuk sebagai imam shalat menggantikannya. Hal ini diindikasikan bahwa Abu Bakar kelak akan menggantikan posisi Nabi memimpin umat. Setelah wafatnya Rasullullah, maka melalui musyawarah antara kaum Muhajirin dan Anshar memilih Abu Bakar sebagai khalifah pertama, memulai era Khulafaur Rasyidin. Meski ditentang oleh sebagian muslim Syiah karena menurut mereka Nabi pernah memilih Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya, namun Ali bin Abi Thalib menyatakan setia dan mendukung Abu Bakar sebagai khalifah.
Segera setelah menjadi khalifah, urusan Abu Bakar banyak disibukkan oleh pemadaman pemberontakan dan pelurusan akidah masyarakat yang melenceng setelah meninggalnya Nabi. Beliau memerangi Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad Saw, dan juga memungut zakat kepada suku-suku yang tidak mau membayarnya setelah meninggalnya Nabi Muhammad Saw. Mereka beranggapan bahwa zakat adalah suatu bentuk upeti terhadap Rasullullah. Setelah usainya pemberontakan dan berbagai masalah internal, beliau melanjutkan misi Nabi Muhammad menyiarkan syiar Islam ke seluruh dunia. Abu Bakar mengutus orang-orang kepercayaannya ke Bizantium dan Sassanid sebagai misi menyebarkan agama Islam. Khalid bin Walid juga sukses menaklukkan Irak dan Suriah dengan mudah.
Beliau menjadi khalifah dalam jangka waktu 2 tahun. Abu Bakar meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah. Beliau dimakamkan di samping makam Rasullullah Saw. Selanjutnya posisi khalifah digantikan oleh Umar bin Khatab.

Menjadi Mulia bersama Al-Qur’an


Menjadi Mulia bersama Al-Qur’an
            “Aku tinggalkan sesuatu yang jika berpegang teguh pada keduanya, kalian tak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.” Pesan Rasulullah SAW dalam haji wada’ itu tidak asing lagi ditelinga kita. Namun, seberapa banyak dari kita yang sudah melaksanakan pesan tersebut??
            Kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an, dapat dilihat dari sejauh mana umat Islam membaca, mentadabburi, menghafal dan mengamalkannya. Menurut hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Gothe Institute tahun lalu menunjukkan, dari 1496 remaja Muslim Indonesia berusia 15-25 tahun yang menjadi responden, hanya 10,8 persen yang selalu membaca Al-Qur’an. Mayoritas atau 61,1 persen menyetakan kadang-kadang dan 0,3 persen tidak pernah membaca Al-Qur’an. Lalu, bagaimana dengan penghapal Qur’an (huffaz)?? Berdasarkan pada hasil penelitian tahun 2010, jumlah huffaz di Indonesia sekitar 30 ribu orang dari 240 juta umat Islam, di Arab Saudi sekitar 6000 huffaz dari 27,1 juta jiwa penduduk Arab, dan 1,4 juta huffaz dari 7 juta penduduk Libya. Bandingkan dengan Daerah Gaza di Palestina, terdapat sekitar 60 ribu huffaz (penghafal qur’an) dari 1,7 juta jiwa penduduk Gaza.
            Melihat data tersebut, kita layak memberikan apresiasi tinggi pada penduduk Gaza. Suasana perang tidak menghalangi mereka untuk menghafal Al-Qur’an. Bertolak belakang dengan kondisi di negeri kita yang aman tentram, namun tak banyak Muslim yang tergerak hatinya untuk dekat dengan Al-Qur’an.
            Direktur Pesantren tahfiz sekolah Darul Qur’an Internasional Bandung menceritakan pengalaman saat kunjungan ke Gaza, Mei 2012, Gaza merupakan Negara dengan pengaruh Qur’an yang begitu kuat. Disana, hampir semua orang menghafal Al-Qur’an. Terutama para pemimpin, mulai dari Perdana Mentri, anggota perlemen, hingga para profesional seperti dosen, insinyur, dokter. Dan hasilnya luar biasa.
            Di gaza, hasil pertanian melimpah, padahal petani hanya mengandalkan pengairan dari air hujan. Inilah berkah negeri para pejuang yang selalu dekat dengan  Al-qur’an .Tanahnya subur karena disiram oleh darah syuhada.
            Muslim di sana melaksanakan ajaran islam dengan penuh kesadaran. Mesjid selalu penuh. Para wanita menutup aurat dengan sempurna. Muslimah-muslimah bermental baja dengan sukarela melepas suami dan anak lelakinya untuk berjihad. Generasi muda tak ketinggalan, gagah dan berani mereka melawan tentara Israel.
Keindahan kondisi masyarakat di bawah naungan Al-qur’an, membuat mereka menjadi mulia.
Gaza seperti itu, karena mereka mengamalkan Al-qur’an dengan penuh kesadaran. Para pemimpin Gaza, melakukan tarbiyah Qur’ani atau pendidikan berlandaskan Al-qur’an. Kondisi peperangan turut memberi andil dalam membuat mereka selalu waspada, tidak melakukan aktivitas yang sia-sia.
Di Indonesia sebetulnya juga terdapat penghafal Al-Qur’an. Namun, itu saja tidak cukup. Menjadi penghafal Al-Qur’an tidak sekedar menghafal secara textbook. Melainkan harus menegakkan hukum Allah yang berpedoman pada  Al-Qur’an.
Mengapa kita semua harus menjalankan kehidupan dengan berpedoman kepada kitab Al-Qur’an ? Karena Al-Qur’an merupakan sumber dari segala sumber hukum, Al-Qur’an juga mencakup segala segi aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, pendidikan, hukum dan lain sebagainya. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (Al-Baqarah :2).
 Namun, apakah makna dari ayat tersebut sudah terealisasi dengan baik? Justru disaat sekarang ini nilai Al-Qur’an di dalam kehidupan bermasyarakat sudah mulai bergeser. Al-qur’an yang seharusnya menjadi petunjuk jalan, malah  dikesampingkan dan justru  menjadikan Google sebagai petunjuk jalan. Padahalah segala sesuatu itu bersumber dari Al-qur’an. Teknologi-teknologi juga diatur dalam Al-Qur’an. Tapi mengapa kita justru lebih mengandalkan google dari pada Al-Qur’an? Padahal Rasulullah sendiri menegaskan kepada kita semua untuk senantiasa berpegang teguh pada Kitabullah. Tetapi mengapa ketika menghadapi masalah yang dicari justru google, bukan Al-qur’an?
Al-qur’an sudah menceritakan bagaiman keadaan umat-umat terdahulu, kini, dan yang akan datang. Al-qur’an diturunkan  Allah kepada nabi Muhammad. Dan kemurnian al-qur’an itu sendiri Allah yang akan menjaganya. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar(Al-Baqarah:23). Dari ayat tersebut Allah menegaskan bahwa tidak ada suatu hal pun yang dapat menyamai isi Al-qur’an. Maka dari itu kita sebagai umat manusia hendaknya menjadikan teknolgi sebagai sarana belajar, namun tetap menjadikan Al-qur’an sebagai pedoman, yang InsyaAllah akan mengantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Humor islami…


Humor islami…@
Wikipedia   : Aku tau semuanya.
Facebook : Aku kenal dengan semua orang.
Google      : Aku punya semuanya.
Mozilla      : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses.
Explorer   : Kan aku masih ada….:@
Mozilla      : Apaan sih kamu…., ganggu acara orang aja!..:!
Explorer   : Kamu sih, ngaku-ngaku cuma kamu sendiri!
Internet  :Udah-udah! Jangan bertengkar!, kalo gak ada ana, kalian semua gak bakalan ada!
Facebook    :Huuu, yang paling sering dikunjungi kan aku…, jadi aku dong,.. yang terbaik….:@
Yahoo        : Facebook, Inget, tanpa aku kalian gak bisa buat Email!
Google       : Yahoo…,aku  juga bisa buat Email..:@.
Internet   : zzztt... Udah tau ana yg paling hebat …:p
PLN          : Hmmm… ! aku matiin nih listriknya!,..
Genset       : Tenang aja kan masih ada ana….:p
PLN           : Hust..  diam…!!
Pertamina   : Awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa…!
Solar Cell  : Tenang kan selama masih ada saya. Semuanya aman….:@
Matahari    : Eiittt… tanpa ada saya kamu gelap lho…..
Air, Batubara : Tenang…masih ada kami!!!
Bumi                  : Kamu kalau bukan karena saya tidak akan ada..!
Jagat raya : Kamu semua kalau gak ada saya, juga pasti tidak akan ada....:@
Allah SWT        : Tanpa Saya, kalian semua tidak pernah ada!.

LANTUNAN AYAT TERAKHIR


cerpen
LANTUNAN  AYAT TERAKHIR
Bukan mencekam, hanya suasana hening dan isakan tangis yang menyelimuti tempat ini. Aku hanya bisa berdo’a berharap itu semua tidak terjadi pada orang yang kini tengah berbaring disebelahku. Tubuhnya seolah berbicara kesakitan, namun mata indahnya masih terpejam. Kutatap dari ujung kepala hingga ujung kaki, fisiknya terlihat sehat bahkan sangat sehat. Ku buka tirai berwarna coklat muda di sebelahku. Cuaca di luar kurang bersahabat. Awan yang menangisi bumi dengan langit yang pucat pasi menyelimutinya. Mataku tertuju lagi pada sekerumunan orang yang ada dihadapanku.
Ruangan ini seakan menjadi saksi kesedihan mereka. Semua peralatan medis dilepas dari tubuh sang pasien. Suara tangis yang makin keras, bahkan ada yang tak sadarkan diri. Seorang perawat menutupkan selimut ke sekujur tubuh sang pasien. Ya, pasien itu telah meninggalkan dunia yang fana ini untuk selama-lamanya. Tanpa sadar air mataku telah menggenang, hatiku seakan merasakan kesedihan mereka. Walaupun sang pasien bukanlah sanak keluargaku. Aku hanya teringat lagi pada orang yang berbaring disebelahku. Pikiranku sudah kacau entah kemana, aku jadi semakin mengkhawatirkan keadaannya. Detik demi detik berjalan sangat menegangkan di ruangan ini.
Hampir satu jam suasana belum juga berubah. Berselang menit setelah itu, sang

SATU RUMAH SATU CAHAYA


SATU RUMAH SATU CAHAYA
Mengapa Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an ? Pertama, karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan, sebagaiman firman Allah SWT 

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dlamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang batil),”(QS. AlBaqarah :185).

            Kedua, di bulan inilah Rasulullah Saw rutin melakukan tilawah dan mengkhatamkan Al-Qur’an dengan bimbingan malaikat Jibril.
            Jika tahun ini kita masih sibuk dengan kegiatan yang jauh dari Al-Qur’an,maka seyogyanya kita malu dan mengintrospeksi diri untuk tahun ke depannya. Ulama shaleh saja rela meninggalkan banyak kegiatan demi fokus memperbanyak interaksinya dengannya.
            Semua rumah tangga ingin mendapatkan banyak kebaikan dan terhindar dari banyak masalah. Rasulullah memberikan resepnya,”perbanyaklah oleh kalian membaca Al-Qur’an di rumah kalian, karena sesungguhnya rumah yang di dalamnya tidak dibacakan Al-Qur’an akan sedikit kebaikan dan kesempitan bagi penghuninya.”(HR tabrani).
            Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah cahaya. Melahirkan seorang penghafal Al-Qur’an di sebuah rumah berarti memenuhi rumah itu dengan sebuah cahaya, di samping dapat memberi syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya pada saat yaumul hisab.
            Sebagai tempat penyemaian karakter anak yang tangguh, rumah mestinya menjadi tempat paling ideal untuk mendidik seorang hafiz, terutama untuk anak usia 0-12 tahun.
            Menurut Uztadz Bachtiar Natsir,Lc, Pemimpin Arrahman Al-Qur’an Learning Center, tak mesti orang tua hafal Qur’an terlebih dahulu, tapi kalau bisa dilakukan akan lebih baik lagi. “Idealnya dengan ibu, tapi kalau tak sanggup, ibu bisa memanggil asisten di rumah atau ustazah yang bisa mendampingi anak-anak secara konsisten.”
            Selepas usia 12 tahun, orangtua juga mempunyai alternatif, yaitu memasukkan anak ke pesantren Al-Qur’an. Namun pilihan ini sering kali diikuti dengan kecemasan orang tua tidak bisa memberi kasih sayang optimal kepada anak. Padahal justru kasih sayang Allah dan malaikat lebih hebat daripada kasih sayang orangtua.
            Masalah pendanaan, apabila untuk les privat matematika dan bahasa Inggris saja kita rela membayar mahal, mengapa kita enggan membayar seorang guru menghafal Al-Qur’an dengan layak? Padahal keutamaan Al-qur’an jauh lebih tinggi. Memang uang bukan ukuran, namun apa yang kita keluarkan bagi seorang guru Al-qur’an tentu lebih berpahala dan bermanfaat.
            Semua orang idealnya mampu mempelajari, menghafal dan memahami kitab Al-qur’an, dimulai dari kalangan muda hingga kalangan tua. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Al-qur’an ialah jangan sampai seorang penghafal Al-qur’an meninggalkan kewajiban-kewajiban lain , seperti jihad atau mencari nafkah.
             Menghafal dan mempelajari Al-qur’an hendaknya jangan secara texbook saja, namun dapat mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Menghafal  Al-qur’an hendaknya dibarengi dengan perbaikan akhlak. Jadikanlah  kitab suci itu sebagai pedoman dan petunjuk jalan dalam mengarungi kehidupan ini. Kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikutimu, Kejarlah dunia maka akhirat akan meninggalkanmu. Jadilah hafiz dan hafizal yang bermoral Al-qur’an. Bukankah seperti itu profil seorang khalifah?
                    






puisi Al-Quran


Al-Qur’an, izinkan aku mencintaimu”

Kata-kata indah terangkai dalam mushaf suci
Terjalin menjadi sebuah kalimat penyejuk hati
Lembar-lembar barokah berbingkai kalam Illahi
Memancarkan cahaya cinta Sang Maha Tinggi
Meresap dalam relung-relung hati


Rabbi,……
Ingin aku pasung jiwa ini dengan firman-Mu
Agar aku tidak bisa lari jauh dari sisi-Mu

Rabbi,……
Ingin aku selami dalamnya arti
Agar aku mengerti apa yang termaktub dalam kitab suci

Rabbi,……
Ingin aku peluk selalu Al-Qur'an ini
Agar bisa menjadi teman penyejuk hati





Menggenggam erat kitab-Mu
Membaca baris demi baris kalam-Mu
Menghafal semua isi firman-Mu
Mengerti maksud cinta-Mu
Adalah impian terbesar  yang ingin ku raih dalam hidupku
Agar aku bisa hidup dengan Al-Qur'an-Mu

Rabbi,……
Ingin aku buktikan kesungguhan dan ketulusanku
Dengan memperoleh gelar “Al-Hafidzah” di belakang namaku
Karena aku ingin mejadi ahli Qur'an saat bertemu dengan-Mu

Amin..